1/18/09

Way to Road of Revolutionary

PERNAH dilanda kejenuhan hebat akibat rutinitas yang selalu berputar? Berbagai upaya memang kerap dilakukan untuk menghalau. Tujuannya jelas, memperoleh kembali tantangan untuk sekedar meningkatkan adrenalin. Bahkan, bisa mendapat percikan gairah menjalani hidup. Merasa bebas, dan bersemangat.

Jika iya, tenang saja, anda tak sendiri. Pasangan emas Leonardo di Caprio dan Kate Winslet dalam "Revolutionary Road", menemani anda. Salah satu nominasi film terbaik Golden Globe 2009 ini, sengaja mengantarkan permasalahan tersebut.

Intinya tantangan. Ya, mereka membutuhkan tantangan. Sesuatu yang baru. Selama ini, hidup memperlakukan mereka dengan baik. Rutinitas yang menampilkan kemapanan. Namun rupanya, itu belum cukup. 

Frank (Leonardo Di Caprio) dan April Wheeler (Kate Winslet) adalah pasangan suami istri yang sudah memiliki 2 anak. Sedikit flashback, mereka jatuh cinta pada pandangan pertama. Selanjutnya bisa ditebak, pasangan yang memiliki karakter sama kuatnya ini terlihat seperti pasangan bahagia. Muda dan bergairah. Semua sempurna.

Tapi tunggu dulu. Tak semua hal yang terlihat baik-baik saja di permukaan, menyimpan geliat hal yang sama. Mereka punya satu masalah besar: rutinitas sehari-hari yang menimbulkan kebosanan, menjadi kerak persoalan. Tak ada lagi hal baru yang menantang. Semua datar.

Hingga akhirnya, April mendapat ide baru. Semangatnya kembali bergelora. Ia pun membujuk suaminya, untuk memuluskan rencananya. Pergi ke Paris, memulai sesuatu yang baru. Tantangan hidup jelas menganga lebar. Seketika, pasangan ini tampak seperti pertama kali berkenalan. Tak ada lagi adu mulut panjang. Pun sikap dingin di meja makan. Semua baru.  

Sayangnya, rencana mereka terganjal dua hal. Kehamilan April dan promosi Frank di kantor. Sanggupkah mereka melepas segala kemapanan, demi suatu tantangan baru yang sudah ada di depan mata?

"Revolutionary Road" memang bukan kisah cinta sederhana dengan konsep happily ever after. Sutradara kelahiran Berkshire, Inggris - yang juga suami Winslet - Sam Mendes, jelas menghadirkan realisme kehidupan rumah tangga. Semua tampak nyata.

Sutradara yang sebelumnya sukses menggarap "American Beauty" (1999) ini, membidik sisi kelam persoalan rumah tangga. Percampuran ego dua orang dalam kemasan pernikahan, memang menyisakan sekelumit masalah. Seperti sosok April, yang masih berambisi untuk menjadi aktris. Atau Frank, yang berambisi untuk bebas, tak terikat dengan peraturan baku perusahaan. 

Terlebih, mereka tidak hanya disibukkan dengan percekcokan internal rumah tangga. Faktor tetangga dan teman kantor, juga menjadi bumbu cerita tersendiri, dan menarik. Selain itu, ada perselingkuhan. 

Mendes detail menyampaikan permasalahan itu. Betapa cinta dan kompromi tidak mampu menghalau masalah yang timbul. Tentunya, hal itu jadi pukulan telak bagi setiap perjalanan rumah tangga yang tak mampu bertahan.

Bicara tentang penokohan, unsur Di Caprio-Winslet tentu tak bisa ditepikan. "Revolutionary Road" bukan hanya ajang reuni mereka seperti 11 tahun lalu dalam "Titanic". Film berdurasi 119 menit ini, merupakan ajang pencapaian akting mereka yang nyaris sempurna. Tak lagi menampilkan kesan imut-imut seperti Rose-Jack dalam "Titanic", kini mereka menampilkan akting yang lebih matang. 

Bahkan kalau Winslet membawa pulang trofi Golden Globe untuk perannya sebagai April, itu memang layak. Winslet berhasil bertransformasi menjadi April yang kuat, ambisius, sekaligus rapuh. 

Dan akhirnya, skenario yang matang, menampilkan "Revolutionary Road" yang menggetarkan. Walaupun dibungkus dengan banyak dialog panjang, film adaptasi novel Richard Yates toh tetap asyik disaksikan. Memotret Sarana untuk memotret kehidupan realistis yang bisa dihadapi dalam rumah tangga, hingga kontemplasi. ***

No comments: