KALAU ada alasan kuat yang mendorong untuk menyaksikan film "The Wrestler", salah satunya adalah faktor penampilan aktor gaek Mickey Rourke di dalamnya.
Setelah lama menghilang dari belantara perfilman "laku" Holywood, Rourke langsung menggebrak dengan aktingnya dalam "The Wrestler", yang kemudian membuatnya diganjar predikat aktor terbaik Golden Globe 2009. Tak hanya itu, Rourke tampaknya memang memesona banyak pasang mata. Hal itu terbukti dari nominasi yang ia peroleh dalam Academy Award 2009, yang lagi-lagi dalam kategori aktor terbaik.
Dalam "The Wrestler", Rourke berperan sebagai Randy "Ram" Robinson, seorang pegulat profesional yang harus meletakkan karirnya. Di pembuka film, penonton disuguhi oleh kliping tentang kejayaan Ram.
Setting dengan cepat berpindah ke 20 tahun sesudahnya. Di sebuah kursi, Ram terduduk. Ia meratap sambil terbatuk, karirnya tak secemerlang dulu. Dengan semakin menurunnya kemampuan fisik dan motorik yang melanda, ia tak lagi dianggap menguntungkan bagi promotornya, Lenny (Mark Margolis).
Ram yang sudah mulai tua kemudian mencoba untuk melakoni beberapa pekerjaan lain, seperti tukang angkut barang. Sesekali, ia masih masih bertarung secara liar. Beberapa trik sempat dilakoninya. Seperti menyelipkan silet di antara bebatan pelindung tungkai tangannya.
Selain untuk mendapatkan uang, Ram bertarung sebagai nostalgia kecintaannya terhadap dunia bertarung. Hingga pada suatu saat, ia roboh di ruang ganti. Ram masuk rumah sakit. Oleh dokter, ia divonis memiliki penyakit jantung, dan dilarang keras bertarung dengan cara apapun.
Stephanie yang sejak kecil ditelantarkan Ram, tentu tak mudah menerima kehadiran ayahnya. Di sini lah letak perjuangan Ram sebagai seorang ayah.
"The Wrestler" jelas menggambarkan secara gamblang mengenai sisi humanis kehidupan pegulat. Proses post power syndrome yang menggelayut dalam diri Ram, dan pendekatan diri dengan sang putri yang selama ini ditinggalkan, menjadi drama yang mewarnai keseluruhan film.
Tak ada yang istimewa dalam sinematografi. Pun scoring yang dimainkan. Hanya ada drama berbalut kisah Ram, yang menjadi nilai jual tertinggi. Kalaupun ada faktor pendongkrak lain, barangkali adalah single “The Wrestler” yang dinyanyikan oleh Bruce Springsteen yang menjadi soundtrack. Atau ketika “Sweet Child O’Mine” versi Guns N’ Roses berkumandang.
Lagu dekade 80-90 an yang sempat populer seperti “Jump” milik Madonna, “Animal Magnetism” milik Scorpions, dan “Don’t Walk Away” milik Firehouse juga sempat terdengar. Cocok sebagai sarana nostalgia untuk anda yang ada dalam jaman-jaman keemasan mereka.
Rourke sendiri, memerankan tokoh Ram dengan pas. Di satu sisi, ia harus menjadi pegulat keji. Namun di sisi lain, ia bisa juga takluk di tangan wanita. Atau ketika ia harus berhadapan dengan putrinya. Sampai-sampai harus berbelanja hadiah untuk sang putri.
Bisa jadi "The Wrestler" menjadi film terbaik yang pernah dibintangi Rourke. Apalagi, jika mengingat prestasi yang diraih sejauh ini. Seperti mendapatkan penghargaan Singa Emas untuk film terbaik pada festival Film Venisia 2008.

No comments:
Post a Comment